Tampilkan postingan dengan label FARMASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FARMASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Wafarin (anti koagulan)

Warfarin adalah obat antikoagulan yang digunakan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah atau trombosis. Trombosis adalah suatu keadaan terjadinya penggumpalan darah yang tidak normal di dalam pembuluh darah sehingga mengganggu sirkulasi darah di dalam tubuh manusia.
Penggumpalan darah yang normal adalah suatu mekanisme tubuh bila terjadi kerusakan pembuluh darah.  Mekanisme ini dinamakan hemostasis bertujuan mencegah terjadinya kehilangan darah yang berkelanjutan. Namun pada suatu keadaan patologis, terjadi penggumpalan darah yang berlebihan yang mengakibatkan terjadinya sirkulasi tubuh yang baik.
Trombosis secara garis besar dapat dibagi 2, yaitu trombosis yang terjadi di pembuluh darah arteri dan trombosis yang terjadi di pembuluh darah balik/vena. Trombosis di arteri biasanya terjadi akibat ruptur ateroma sehingga dinamakan juga aterotrombosis. Penyakit yang diakibatkan oleh trombosis di arteri adalah stroke dan serangan jantung (myocardial infarction). Sedangkan penyakit yang diakibatkan oleh trombosis di vena adalah deep vein thrombosis (DVT), portal vein thrombosisrenal vein thrombosisjugular vein thrombosisBudd-Chiari Syndrome,Paget-Schroetter diseasecerebral venous sinus thrombosis.
Warfarin merupakan nama generik; di pasaran terdapat sejumlah pabrik farmasi yang mengeluarkan produk ini dengan berbagai nama, seperti Simarc, Coumadin, dan lain-lain. Terdapat beberapa dosis warfarin yang tersedia yakni warfarin 1mg, 2mg, 3mg, 4 mg.
Bila Anda mendapatkan pengobatan warfarin dari dokter, maka akan dilakukan tes serial untuk mengetahui apakah kadar warfarin di dalam darah telah mencapai suatu dosis terapeutik. Salah satu efek samping warfarin yang perlu diwaspadai adalah perdarahan di dalam tubuh. Untuk itu biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk memeriksa urine rutin. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perdarahan ringan pada sistem saluran kemih. Bila hal ini terjadi, dokter mungkin akan menurunkan dosis warfarin yang Anda terima atau memantau keadaan Anda secara ketat.
Waspadalah bila mengkonsumsi obat warfarin dengan obat lain yang memiliki tujuan yang sama, seperti aspilet. Penggabungan kedua obat ini akan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan yang tidak diharapkan. Warfarin tidak bekerja cepat, obat ini bekerja dalam beberapa hari, oleh karena itu dibutuhkan obat antikoagulan yang bekerja cepat seperti heparin untuk mengatasi serangan akut trombosis.

Senin, 10 Maret 2014

Obat Anti Neoplastik / Obat anti Kanker

Obat yang bertujuan menghancurkan sel-sel maligna. Selalu diberikan multidrug.
Antikanker diberikan sebagai terapi primer bila tumornya diketahui sensitif terhadap kemoterapi, atau bila pembedahan atau radiasi tidak bisa dilakukan.

Tujuan pemberian antikanker (kemoterapi) pada seorang pasien bisa untuk:
  • Kuratif: untuk memperoleh remisi komplit dan menyembuhkan pasien, misalnya pada penderita Hodgkin
  • Paliatif: untuk mengurangi gejala tetapi dengan hanya sedikit harapan untuk memperoleh remisi komplit atau kesembuhan (misalnya kanker esofagus, dimana kemoterapi digunakan untuk mengurangi disfagia).
  • Ajuvan: untuk meningkatkan kemungkinan penyembuhan atau untuk memperpanjang masa survival bebas-penyakit tanpa ada kanker yang terdeteksi, tetapi dicurigai ada sejumlah sel kanker subklinis (mis kemoterapi pada kanker payudara atau kanker kolorektal sesudah reseksi bedah).
Efek samping obat antikanker (yang terkait terhadap sel normal yang berproliferasi cepat) :
  • Depresi sumsum tulang:
    • Leukopenia dan infeksi
    • Imunosupresi
    • Trombositopenia
    • Anemia
  • Saluran cerna:
    • Ulkus oral atau intestinal
    • Diare
    • Mual, muntah
  • Folikel rambut: alopesia
  • Gonad: gangguan haid, termasuk menarkhe prematur, gangguan spermatogenesis.
  • Luka: gangguan penyembuhan
  • Janin: teratogenesis, terutama pada semester pertama.
Efek samping yang tidak tergantung pada proliferasi sel:
  • Bleomisin: fibrosis paru, pneumonitis
  • Busulfan: fibrosis paru
  • Doksorubisin, daunorubisin: kardiotoksik
  • Sisplatin: nefrotoksik, ototoksik, neuropati perifer
  • Siklofosfamid: sistitis hemoragik
  • Vinkristin: neurotoksik
  • Sitarabin: kerusakan otak, ototoksik.
  • Kombinasi antikanker umumnya didisain agar toksisitasnya tidak tumpang tindih.

OBAT Antikolinergik

Khasiat Antikolinergik:
  • Meningkatkan denyut nadi dan mempercepat penerusan impuls diberkas his yang disebabkan penghambatan saraf paru-lambung
  • Mengurangi sekresi mukus (liur,keringat,dahak)
  • Menurunkan peristaltik dan mengurangi tonus dan motilitas saluran lambung-usus
  • Meningkatkan retensi urine dengan merelaksasi otot detrusor yang menyebabkan pengosongan kandung kemih sehingga kapasitasnya meningkat.
  • Dilatasi pupil mata (midriasis) dan berkurangnya akomodasi
Efek samping :
  • Efek Muskarin : mulut kering, obstipasi, retensi urin,tachycardia, palpitasi dan aritmia, gangguan akomodasi, midriasis dan berkeringat.
  • Efek sentral : gelisah, bingung, eksitasi, halusinasi, dan delirium.
  • Efek nikotin, blokade ganglion : hipotensi ortostatis dan impotensi.
  • Kehamilan dan laktasi, hanya atropin yang aman, sedangkan obat-obat lain belum cukup aman.
Penggunaan:
  • Sebagai midriatikum untuk melebarkan pupil dan melumpuhkan akomodasi (atropin,homatropin, dan tropikamida). Jika efek terakhir tiak diinginkan maka harus digunakan suatu adrenergikum misalnya fenilefrin.
  • Sebagai spasmolitikum dari saluran lambung usus, saluran empedu, dan organ urogenital  (hyoscyamin, butilskopolamin dan propantelin)
  • Pada inkonintensi urin pada kandung kemih instabil akibat hiperaktivitas dari otot detrusor (flavoxat, oxybutinin, tolterodin)
  • Pada parkinson
  • Pada asma dan bronchitis (ipratropium, tiotropium)
  • Sebagai premedikasi pra-bedah untuk mengurang sekresi ldah dan bronchi dan sebagai sedativ berkat efek menekan SSP (atropin dan skopolamin)
  • Sebagai zat anti mabuk jalan untuk mencegah mual dan muntah (skopolamin)
  • Pada hiperhidrosus, untuk menekan keringat berlebih
  • Sebagai zat penawar pada intoksikasi dengan zat penghambat kolinesterase (atropin)